Headlines News :

Misteri/Sejarah Penyaliban Yesus

Mendengar kata salib, kita langsung teringat dengan Yesus yang mati di tiang gantungan menurut kebanyakan orang-orang gereja, kemudian setelah kematiannya lalu dibangkitkan oleh Allah untuk naik ke langit, namun ada juga diantara mereka yang tidak percaya kalau Yesus benar disalib, bahkan ada yang percaya kalau Yesus sudah meninggal. Sedang menurut orang-orang masjid, Isa tidak disalib tapi orang yang diserupakan atau orang lain yang dibunuh ditiang gantungan lalu di angkat naik ke langit dan sekarang sedang duduk-duduk sambil menunggu perintah dari Allah untuk turun menghancurkan Dajjal dan menyelamatkan ummat manusia untuk masuk kedalam surga. Begitulah pemahaman dari orang-orang gereja dan orang-orang masjid. Pemahaman yang telah menyesatkan begitu banyak ummat manusia. Atas dasar inilah kami mencoba menguak misteri penyaliban Yesus.

Salib dalam sejarah bangsa Romawi adalah lambang kekuatan bagi mereka atau sebagai simbol yang menandakan bahwa mereka adalah bangsa romawi, seperti bangsa Israil yang memiliki hexagram pada bendera kebesaran mereka yang membuat mereka beranggapan bahwa mereka adalah keturunan israil (begitu pikir mereka).

Jadi salib merupakan lambang kebesaran bangsa Romawi, dimana didalamnya terdapat ajaran yang harus dipercaya sebagai pemersatu bangsa romawi sehingga siapa yang tidak mengakui symbol tersebut akan ditindas karena dianggap telah makar terhadap pemerintahan romawi.

Berarti menandakan sebelum kedatangan Isa, lambang salib ini sudah ada terlebih dahulu. Bahkan di dalam al Quran sendiri menyatakan bahwa kata “penyaliban” itu sudah ada sejak jaman disnasty fir’aun. QS 7/123-125. Dikatakan bahwa ahli-ahli sihir yang taslim kepada Musa tatkala mereka mengetahui bahwa ajaran yang disampaikan Musa itu ternyata benar sedang yang mereka fahami ternyata salah yang kemudian akan disalib oleh penguasa tatkala itu, jika benar-benar mengikuti Musa dan mengakui ajaran yang dibawa oleh Musa.

Dalam Injil Yesus berkata: “Barang siapa tidak memikul salibnya maka ia tidak layak bagiku”, Bila kita cermati kalimat tersebut, justru akan menjadi pertanyaan, karena yang tidak memikul salibnya tidak layak untuk Yesus, padahal lambang salib itu sudah ada sebelum Yesus dilahirkan. Jika kita mau berpikir, maka itu berarti Yesus adalah orang romawi atau bisa juga sebagai antek-antek romawi, sehingga kedatangan Yesus untuk mengajak orang-orang pada saat itu untuk menjadi bangsa romawi atau Yesus memerintahkan untuk menganut ajaran yang berfaham romawinisme bukan sebagai penebus atau penyelamat.

Sehingga kita bisa mengambil kesimpulan dengan ajaran paulus yang hingga sampai saat ini berbasis di vatikan (roma) adalah benar karena menurut banyak orang, Paulus yang ada divatikan itu adalah pengikut atau rasul yang menggantikan posisi Yesus tatkala yesus sudah tidak ada, sehingga Paulus meneruskan apa yang dilakukan Yesus untuk mengajak ummat manusia memikul salib bangsa romawi.

Dalam sejarah pengikut Yesus sampai hari ini tidak ada yang pernah memikul salib justru orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus hanya menjadikan sebagai lambang-lambang yang terpasang di gereja atau di rumah, digantung di telinga dan di leher dan dijadikan hiasan-hiasan lainnya). Maka orang-orang yang sampai hari ini memiliki salib adalah orang-orang yang berfaham romawinisme dan tidak pantas untuk mengakui dirinya sebagai anak-anak Allah. buktinya Ajaran yang mereka pahami adalah ajaran yang tidak diajarkan oleh nabi-nabi sebelumnya, jadi Paulus yang di vatikan itu perlu dipertanyakan, Paulus asli atau palsu? Karena Paulus sendiri menyatakan bahwa dia tidak membatalkan hukum taurat.

P. Baru: Roma: 3
3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Mungkin kita akan mengatakan hukum taurat itu batal dan sudah digantikan dengan hukum kasih yaitu kasihinilah sesamamu manusia sebagaimana engkau mengasihi dirimu”. Itulah yang menjadi dasar keyakinan orang-orang gereja bahwa hukum taurat tidak berlaku lagi karena sudah digantikan dengan ajaran kasih. Lalu apa itu ajaran kasih? Yah tentu saja kasihinilah sesamamu manusia yaitu jangan berzina dengan mereka, jangan mencuri, jangan membunuh mereka, jangan berdusta kepada mereka, jangan mengingini istri-istri mereka dll” Itulah yang ada dalam ajaran kasih.

Lalu kenapa tidak ada dalam ajaran orang-orang gereja, justru sebaliknya, mereka berzinah, mereka memperkosa, mereka berselingkuh, mereka membunuh, mereka merampok, mereka menindas, mereka menjajah, mereka pelaku kejahatan perang dll, sama halnya dengan orang-orang masjid mereka membatalkan hukum-hukum yang dibawah oleh Muhammad karena sudah tidak seyogianya digunakan dijaman modern ini.

Ajaran-ajaran yang dipahami oleh orang-orang gereja bertentangan dengan ajaran kasih itu sendiri. karena Yesus maupun Paulus tidak membatalkan hukum taurat tersebut. Lalu apakah orang-orang gereja pantas dikatakan sebagai pengikut Yesus?

P. Baru: Roma: 13
13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Kembali kepada masalah salib, Maka itu berarti Yesus yang memerintahkan untuk memikul salib, kita kategorikan bukanlah seorang rasul yang diutus oleh Allah sebagai penebus dan penyelamat ummat manusia, karena tidak mungkin ada rasul yang diutus datang untuk mengajak ummat manusia dengan mengajarkan ajaran yang nyata-nyata adalah jahat dimata Allah yaitu ajaran buatan manusia atau ajaran hasil produk manusia. Karena bertentangan dengan perkataan Yesus yang lain, “Benarlah nubuat Yesaya tentang bangsa ini, mereka memuliakan Aku dengan bibirnya padahal hatinya jauh daripadaKu, Percuma mereka beribadah kepadaKu sedang ajaran yang mereka ajarkan adalah perintah manusia”. Bukankah ini ada perbedaan dengan perintah Yesus untuk memikul salib. Bahkan Yesus mengatakan “Aku datang bukan untuk meniadakan hukum taurat dan kitab para nabi, aku datang bukan untuk meniadakannya tapi untuk menggenapinya”

Dalam kitab injil juga dikatakan justru Yesus adalah merupakan ancaman bagi bangsa romawi, bahkan dia akan dikategorikan sebagai pemberontak yang akan melawan penguasa yang ada pada saat itu. Jadi penyaliban Yesus yang digantung ditiang gantungan itu serta naik ke langit adalah merupakan pemahaman yang sangat tidak masuk diakal. bahkan bertentangan dengan injil itu sendiri. Sama saja dengan orang-orang masjid kalau Yesus itu ada dilangit.

Memang benar Yesus tidak dibunuh dan tidak disalib dalam arti tidak digantung ditiang gantungan. Tapi yang mereka bunuh dan salib (dalam arti digantung ditiang salib) itu hanyalah sangka-sangkaan mereka saja dalam arti kisah atau sejarahnya itu “hanya” dimanipulasi sehingga disamakanlah dengan kisah bahwa Yesus memang benar-benar dibunuh secara fisik dan disalib ditiang gantungan. Itulah maksud yang diserupakan atau disamakan, intinya begini yang dihukum ditiang gantungan itu orang lain bukan Yesus, kisah orang lain itulah yang kemudian disamakan dengan penyaliban Yesus (misal begini ada dua orang si joko dan si jaka, yang harus digantung adalah si jaka, karena hampir memiliki nama yang sama, maka diubahlah nama si jaka menjadi joko). Itulah yang ingin dijelaskan pada QS 4/157 yang maksudnya mereka hanya membuat cerita-cerita yang tidak benar kemudian diserupakan dengan kisah Isa. Makanya ditegaskan diakhir ayat itu bahwa mereka hanya mengikuti persangkaan belaka. Jadi kisah penyaliban Yesus itu jangan diartikan ditiang gantungan. karena kita akan mengambil kesimpulan yang salah kalau Isa digantung ditiang gantungan, sehingga menjadi sangat sulit untuk dipahami.

Olehnya itu kita harus memahami apa makna dari penyaliban itu sehingga nantinya dapat menyelaraskan agar firman-firman yang ada dalam injil tersebut menjadi ada keterkaitan dan bisa dipahami (meskipun kebanyakan dari kita-kita mengatakan banyak yang direkayasa, bagi saya hanya tergantung manusianya bagaimana dia memahami kalimat-kalimat yang ada dalam injil tersebut), Apa maksud Yesus memerintahkan untuk memikul salib? Benarkah memikul salib dalam arti memikul secara fisik karena Yesus memikul salib ketika berjalan untuk di gantung ditiang gantungan itu dan benarkah sejarah itu?

Sebagimana sudah saya jelaskan diatas bahwa salib adalah lambang kekuatan bangsa romawi pada saat itu, maka kalau merupakan lambang kekuatan, itu berarti salib bermakna penindasan yaitu menindas orang-orang yang menjadi ancaman pemerintahan romawi jika perlu ditangkap dan dipenjarakan atau diungsikan, diusir dari bangsa mereka atau menghentikan gerakan orang-orang yang akan menjadi ancaman bagi pemerintahan bangsa romawi.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pada jaman itu bangsa romawi adalah bangsa yang menaklukan Yerusalem dan menjadikannya dibawah kekuasaanya. Sehingga Yerusalem dan masyarakatnya harus tunduk kepada undang-undang yang diberlakukan oleh pemerintah bangsa romawi. Jadi barang siapa yang ingin melakukan pemberontakan harus ditindas, tentu saja disini yang tetap melakukan perlawanan harus ditangkap dan dipenjarakan menurut undang-undang bangsa romawi, tidak mungkin langsung dibunuh sebelum dijatuhkan vonis kalau dia bersalah, itupun harus melihat perbuatan dari orang itu.

Jadi penyaliban itu bukanlah dalam arti ditiang gantungan, tapi gerakan Yesus yang dihentikan oleh penguasa bangsa romawi atau dalam pengertian dimatikan secara aqidah (ruhaniah) bukan secara fisik (jasmani) yaitu ajaran yang disebarluaskan oleh Yesus atau ajaran yang dibawa Yesus yang tidak sesuai dengan ajaran nenek moyang mereka dan ulama-ulama saduki dan parisi itulah yang dimatikan atau dibunuh agar tidak menyebar luas karena telah menjadikan masyarakat menjadi resah sehingga Yesus dituduh sebagai pembawa ajaran sesat yang telah memecah belah masyarakat.

Saya harapkan saudara-saudara baca baik-baik sampai benar-benar memahami, karena ini adalah kunci untuk mengetahui kisah penyaliban Yesus.

P. Baru: Matius: 27
27:1. Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus.
27:2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.
27:3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,
27:4 dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"
27:5 Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.
27:6 Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: "Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah."
27:7 Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing.
27:8 Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah.
27:9 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel,
27:10 dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku."
27:11. Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."
27:12 Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apapun.
27:13 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"
27:14 Tetapi Ia tidak menjawab suatu katapun, sehingga wali negeri itu sangat heran.
27:15 Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak.
27:16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
27:17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"
27:18 Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
27:19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."
27:20 Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.
27:21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas."
27:22 Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!"
27:23 Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!"
27:24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!"
27:25 Dan seluruh rakyat itu menjawab: "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!"
27:26. Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
27:27 Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus.
27:28 Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya.
27:29 Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!"
27:30 Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.
27:31 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.
27:32 Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
27:33. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak.
27:34 Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya.
27:35 Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi.
27:36 Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia.
27:37 Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi."
27:38 Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.
27:39 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala,
27:40 mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!"
27:41 Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata:
27:42 "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya.
27:43 Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah."
27:44 Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.
27:45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.
27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
27:47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia."
27:48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.
27:49 Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia."

P. Baru: Lukas: 23
23:1. Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus.
23:2 Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja."
23:3 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."
23:4 Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini."
23:5 Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: "Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini."
23:6 Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea.
23:7 Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.
23:8 Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.
23:9 Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun.
23:10 Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia.
23:11 Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.
23:12 Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.
23:13. Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat,
23:14 dan berkata kepada mereka: "Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya.
23:15 Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati.
23:16 Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya."
23:17 (Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.)
23:18 Tetapi mereka berteriak bersama-sama: "Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!"
23:19 Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan.
23:20 Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus.
23:21 Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: "Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!"
23:22 Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: "Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya."
23:23 Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka.
23:24 Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan.
23:25 Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.
23:26. Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.
23:27 Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia.
23:28 Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!
23:29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui.
23:30 Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami!
23:31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?"
23:32. Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.
23:33 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
23:34 Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
23:35 Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah."
23:36 Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya
23:37 dan berkata: "Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!"
23:38 Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: "Inilah raja orang Yahudi".
23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: "Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya."

Yang setimpal dengan hukuman mati -> ini perlu dipertanyakan apakah penambahan kalimat atau bisa juga kita fahami bukan hukuman mati secara fisik. Sebab diakhir kalimat diatas dikatakan hukuman yang diberikan Yesus adalah dengan dihajar kemudian dilepaskan, jika dihajar itu berarti Yesus tidak dibunuh, kemungkinan hanya dipenjarakan untuk menggantikan barabas setelah itu dibebaskan. Karena masyarakat hanya menuntut Yesus untuk disalibkan dan dienyahkan (diusir), tidak ada kata “bunuhlah dia atau hukum mati dia”.

Melihat dari cerita yang ada di Lukas 23 dan Matius 27 tersebut sepertinya ada kejanggalan, Kita ketahui bahwa yang akan disalib (dalam arti ditiang gantungan) itu seharusnya hanyalah Yesus setelah Pilatus berlepas diri terhadap penyaliban Yesus yaitu tidak mau turut terlibat setelah mendapat kabar dari istrinya bahwa Yesus adalah orang benar, tetapi justru ada pemain baru yang juga turut dihukum ditiang gantungan oleh masyarakat dan yang akan dibebaskan yaitu Yesus barabas atau Yesus Kristus (kenapa pula sama-sama mempunyai nama depan Yesus) dan bahkan pada kisah hukuman itu ada pasukan atau tentara (tentu saja tentara romawi karena bangsa Yerusalem berada dibawah kakusaan mereka).

Padahal kita ketahui pada saat itu yang berlaku adalah undang-undang bangsa romawi, jadi tidak bisa ada hukum lain selain hukum yang diberlakukan oleh pemerintah bangsa romawi. Jadi timbul pertanyaan,

1. Apakah mungkin Pilatus membiarkan mereka juga menyalib kedua orang tersebut dalam arti dihukum ditiang gantungan tanpa ada persetujuan dari pemerintah romawi?

2. Apakah mungkin setelah Pilatus menjatuhkan vonis hukuman mati harus diserahkan kepada masyarakat yang melakukan eksekusi?

3. Bukankah hukuman yang dijatuhkan kepada Yesus, Pilatus tidak mau terlibat karena mengetahui bahwa Yesus adalah benar?

4. Apakah Yesus berabas atau Yesus kristus yang dibebaskan?

5. Lalu kenapa kedua orang yang dihukum gantung itu juga diserahkan kepada masyarakat padahal cuman Yesus yang harus mereka salibkan?

6. Lalu kenapa pula ada pasukan atau tentara yang terlibat dalam penyaliban ditiang gantungan?

7. Apakah mungkin Pilatus memerintahkan tentaranya untuk ikut terlibat padahal dia berlepas diri dari penyaliban Yesus?

8. Lalu kenapa pula tentara-tentara itu turut mengejek yang ditiang gantungan?

9. Apa maksud dari dua kalimat ini “Enyahkan dia” dan lepaskan Barabas untuk kami”? berarti ada dua permintaan, “Enyahkan Yesus” dan “lepaskan Barabas untuk dibebaskan atau untuk dihukum mereka ditiang gantungan”?

10. Apakah mungkin hanya karena Yesus yang mengaku Mesias akan dihukum gantung padahal Barabas sudah terkenal kejahatannya yaitu melakukan pemberontakan dan selalu melakukan pembunuhan di kota itu?

11. Apakah mungkin masyarakat rela membebaskan barabas dalam arti membebaskan untuk berkeliaran lagi di masyarakat yang nyata-nyatanya terkenal kejahatannya?

Silahkan saudara-saudara pikirkan karena pertanyaan-pertanyaan itulah yang perlu kita jawab untuk mengetahui benarkah Yesus kristus yang disalib ditiang gantungan?

Untuk membuktikannya, baca baik-baik kalimat dibawah:

P. Baru: Galatia: 3
3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Berdasarkan Galatia 3:13 diatas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa yang dihukum gantung itu bukanlah Yesus tapi orang lain karena sudah jelas “terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib”. Jika Yesus mati ditiang gantungan maka itu berarti dia termasuk orang yang terkutuk. padahal sudah jelas-jelas tidak ada yang dapat berkata "terkutuklah Yesus".


P. Baru: I Korintus: 12
12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!"

Jadi sekali lagi Yesus tidak disalib ditiang gantungan tapi disalib dalam arti gerakannya di hentikan. Sebagimana saya sudah katakan diatas bahwa kisah atau sejarah orang lain yang kemudian diselewengkan bahwa yang dihukum gantung ditiang gantungan itu adalah Yesus. Justru yang dihukum gantung itu adalah barabas karena barabas sangat terkenal kejahatannya sebagai pemberontak dan melakukan berbagai pembunuhan, yang kemudian ceritanya diubah menjadi Yesus. Supaya orang-orang percaya bahwa Yesus tidak berhasil menggenapi hukum taurat dan kitab para nabi atau bisa juga untuk mengaburkan sejarah Yesus bahwa dia hanya diutus untuk bani israil (rasul local) saja bukan untuk seluruh ummat manusia. Juga untuk menghilangkan bahwa Yesus tidak berhasil mendirikan kerajaan Allah. Juga untuk meyakinkan orang-orang bahwa Yesus ada dilangit sedang duduk-duduk minum anggur untuk menguatkan tentang kebangkitan Yesus naik ke langit, sehingga sampai hari ini karena Yesus masih mabuk maka ditunda dulu diturunkan dari langit.

Jelaslah ayat-ayat di injil dimana ulama-ulama saduki dan parisi yang selalu mencobai Yesus dengan pertanyaan-pertanyaan agar bisa ditangkap dan dipenjarakan, namun selalu gagal karena Yesus memberikan jawaban yang tepat sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai ancaman bagi bangsa romawi. bahkan setelah Yesus disidangkan oleh mahkama agama dibawah kekuasaan bangsa romawi tidak juga ditemukan kesalahan-kesalahan yang memberatkan dia untuk dihukum mati. Justru sebaliknya Herodes dan Pilatus mau melepaskan dia karena tidak alasan untuk memenjarakan Yesus, Sekalipun tuduhan yang diberikan bahwa dia adalah seorang mesias yang bisa membahayakan akan keruntuhan pemerintah bangsa romawi.

Berdasarkan Kitab Lukas 23 tentang penyaliban (dihentikan gerakannya agar ajarannya tersebut tidak disebar luaskan lagi) itu terjadi akibat desakan ulama-ulama dan masyarakat bukan atas kehendak pemerintah bangsa Romawi. Dari sini saja kita sudah bisa membayangkan bahwa tidaklah mungkin Yesus dibunuh secara fisik, karena akan melanggar undang-undang pemerintah bangsa romawi pada saat itu, seseorang yang tidak mempunyai kesalahan, apakah harus dijatuhi hukuman mati secara fisik? Tentu tidakkan, jadi tindakan yang diambil oleh pemerintah bangsa romawi ada dua kesimpulan yaitu dengan menghentikan gerakan Yesus dan pengikut-pengikutnya atau mengusir Yesus dan pengikut-pengikutnya dari Yerusalem, mungkin dengan cara itu masyarakat akan merasa puas.

Dari penjelasan diatas, maka Kejadian Yesus tentang penyaliban sebenarnya menjadi jelas dengan kisah Musa datang kepada fir’aun dimana ahli-ahli sihir yaitu para ulama-ulama yang berbeda pemahaman dengan Musa, akhirnya tatkala saling mengadu keilmuan yaitu menurut ajaran yang mereka pahami masing-masing, akhirnya para ulama-ulama tersebut mengaku kalah dan membenarkan apa yang disampaikan oleh Musa, maka mereka semua percaya bahwa itu adalah memang kebenaran atau wahyu yang diberikan Allah kepada Musa, sehingga pemimpin-pemimpin pada jaman dynasty firaun yang takut akan kehilangan kekuasaannya melampiaskan amarah mereka, jika kalian benar-benar mengakui atau tetap membenarkan apa yang disampaikan oleh Musa dan tetap mentaati perkataan Musa sebelum ada izin dari kami-kami, maka kalian akan kami salibkan. (Ingat firaun bukan nama orang tapi itu adalah dynasty kerajaan).

Olehnya itu dilakukanlah tindakan untuk membunuh anak laki-laki mereka yaitu orang-orang yang tetap mengakui kebenaran apa yang disampaikan oleh Musa, harus dihentikan gerakannya jangan sampai mereka bertambah banyak karena akan berbahaya bagi penguasa, Setelah tindakan itu terjadilah pembelahan dua komunitas (terbelahnya laut) yaitu orang-orang yang mengikuti Musa dan orang-orang yang mengikuti pempimpin-pemimpin firaun. Sehingga mereka hijrah dan pergi kesuatu gunung.

Bahkan pada jaman Yesus pun terjadi demikian yaitu bait suci terbagi dua, kita ketahui bait suci adalah Yerusalem, maka itu berarti Yerusalem terbagi dalam dua komunitas yaitu Yesus dan pengikut-pengikutnya dan pengikut-pengikut ulama-ulama saduki dan parisi. Jadi yesus berhasil menggenapi hukum taurat dan kisah para Nabi. Jadi tidak benar kalau Yesus ada dilangit. (Runtuhlah keyakinan orang-orang gereja dan masjid).

P. Baru: Lukas: 23
23:44. Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,
23:45 sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.
23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
23:47 Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!"
23:48 Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.

Maka mengertilah kita apa yang dimaksud dengan “memikul salibnya”, penjabarannya adalah barang siapa yang meninggalkan Yesus dan menurut kepada pemerintah bangsa romawi serta meninggalkan keimanannya maka Yesus tidak akan mengakui mereka lagi sebagai pengikutnya karena mereka telah berkhianat setelah Yesus menyampaikan tentang kebenaran ajaran-ajaran Allah yang kemudian mereka tidak meyakininya atau mempercayai akan apa yang Yesus katakan akibat takutnya mereka akan ancaman yang dilakukan oleh masyarakat, kesimpulannya mereka harus rela dan bersabar sekalipun terpaksa akan penindasan yang dilakukan oleh pemerintah bangsa romawi dan ulama-ulama serta orang-orang yang memusuhi mereka tidak terkecuali meskipun itu orang tua, saudara atau sanak family mereka dengan tidak meninggalkan keimanan mereka meskipun mereka dibenci, dicaci maki, dihina, diludahi, tidak dianggap sebagai saudara dan anak, karena suatu saat akan tiba masanya dimana mereka nantinya akan diselamatkan yaitu dibangkitkan kembali.

P. Baru: Markus: 13
13:1. Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: "Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!"
13:2 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan."
13:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, berhadapan dengan Bait Allah, Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas bertanya sendirian kepada-Nya:
13:4 "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi, dan apakah tandanya, kalau semuanya itu akan sampai kepada kesudahannya."
13:5. Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
13:6 Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah dia, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
13:7 Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
13:8 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.
13:9 Tetapi kamu ini, hati-hatilah! Kamu akan diserahkan kepada majelis agama dan kamu akan dipukul di rumah ibadat dan kamu akan dihadapkan ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka.
13:10 Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.
13:11 Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.
13:12 Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
13:13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

Untuk lebih jelasnya bahwa Yesus tidak dibunuh kita harus memahi kalimat yang ada di P. Baru: Lukas: 23:29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui.

Apa maksudnya? Tentu saja ada keterkaitannya dengan penyaliban Yesus. kalimat diatas adalah bahasa kiasan atau perumpamaan.

Berbahagialah perempuan mandul dan rahimnya tidak pernah melahirkan  Perempuan mandul adalah wanita yang tidak melahirkan, jadi maksud kalimat ini adalah setelah Yesus dan pengikut-pengikutnya disalib mereka tidak bisa lagi berdakwah atau menyebarkan ajaran mereka, sehingga mereka tidak bisa lagi mengajak orang-orang untuk masuk kedalam komunitas mereka yang membuat kelompok Yesus tidak bisa lagi bertambah.

Susunya tidak pernah disusui  artinya mereka tidak bisa lagi menyampaikan ajaran-ajaran mereka sehingga orang-orang yang ingin masuk kedalam komunitas mereka tidak bisa lagi mendapatkan pengajaran mereka.

Tapi suatu saat mereka akan berbahagia yaitu tatkala mereka sudah merebut Yerusalem dari pemerintahan bangsa romawi sehingga Yerusalem menjadi kota terang Allah dan bangsa-bangsa akan datang berhimpun kepada mereka yaitu tuntuk patuh kepada kerajaan Allah tatkala undang-undang atau hukum taurat itu diberlakukan untuk seluruh ummat manusia, Yerusalem pada khususnya dan bangsa-bangsa lain yang ada dibarat, timur, utara dan selatan pada umumnya. Mereka akan menghakimi bangsa-bangsa.

Bahasa-bahasa yang digunakan dalam injil tersebut adalah bahasa yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang berada dalam komunitas Yesus pada masanya. Olehnya itu, ketika kita memahami kalimat-kalimat tersebut secara bahasa maka akan terjadi pemahaman yang salah, sehingga mau tidak mau akan terjadi penafsiran yang keliru.

Berbicara mengenai kebangkitan pada hari ketiga itu bukan Yesus naik keatas langit beneran tapi itu adalah merupakan bahasa ungkapan atau bahasa wahyu, sama tatkala Muhammad yang naik ke langit yaitu bangkit di yastrib dengan mengubah menjadi madinah sebagai tempat tegakknya dien. Jadi kembangkitan Yesus dihari ketika adalah tatkala Yesus hijrah ke suatu tempat yang banyak tanaman-tanaman Allah. sebagaimana nubuat hosea bahwa “kita akan dibangkitkan pada hari ketiga” berbicara “kita” berarti satu komunitas yaitu Yesus dan murid-murid Yesus serta pengikut-pengikutnya yang tadinya di salib. Jadi bukan bangkit dari alam kubur dalam arti sesudah mati secara fisik, tapi sesudah mati secara aqidah setelah ditindas (bahasa kasarnya dibunuh) tatkala Yesus telah berdakwah secara diam-diam dan terang-terangan dalam al Quran dikatakan sirron dan jahron. Jadi bukan Yesus saja yang dibangkitkan dari antara orang mati tetapi pengikut-pengikut Yesus yang lainnya.

P. Lama: Hosea: 6
6:2 Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.

Tatkala mereka sudah hijrah (dibangkitkan) disitulah mereka akan membangun sebuah kekuasaan dimana hukum-hukum taurat itu sudah mulai di undangkan sehingga mereka bisa hidup menurut ketetapan-ketetapan dan perintah-perintah Allah.

Kehidupan dunia adalah kehidupan kematian, olehnya itu dalam bahasa wahyu atau bahasa langit adalah merupakan kuburan orang-orang yang mati secara ruhaniah. Karena manusia terlahir dua kali sebagaimana dalam injil mengatakan “manusia terlahir dua kali yaitu lahir secara alamiah menurut daging dan lahir secara ruhaniah menurut ruh kudus.

Jadi berbicara tentang kelahiran Yesus dikandang domba bukan berbicara Yesus lahir secara alamiah tapi kelahiran secara ruhaniah setelah Maria hamil oleh ruh kudus artinya Maria dipenuhi oleh ruh kudus, setelah Maria diajarkan oleh Allah tentang firman-firman (ruh kudus) yang kemudian diajarkan kepada anaknya Yesus, Olehnya itu ada tuduhan bahwa Maria telah berzinah artinya dituduh telah bersekongkol dengan orang lain mengenai ajaran atau ilmu yang difahami oleh Maria. (Yehezkiel 20:30 dikatakan bahwa berzinah dengan mengikuti dewa-dewa yang menjijikkan) Jadi zinah bukan berbicara antara seorang laki-laki dan perempuan di luar nikah. Tapi berbicara tentang ajaran yaitu ajaran Allah dicampur adukkan dengan ajaran hasil produk manusia. Sehingga tuduhan kepada Maria bukanlah tuduhan secara fisik tapi tuduhan mengenai ajaran yang difahami oleh Maria karena ajaran yang dimiliki oleh ulama-ulama saduki dan parisi berbeda dengan apa yang difahami oleh Maria.

Maka secara alamiah (jasmani) menurut daging Yesus lahir dari seorang bapak dan seorang ibu, secara ruhaniah Yesus lahir dari seorang ibu tanpa seorang bapak), begitupun tentang kebangkitan adalah secara ruhaniah. Artinya tatkala mereka (Yesus dan dan orang-orang yang bersamanya) dimatikan gerakannya oleh penguasa, mereka berada dalam kehidupan kematian kemudian dibangkitkan kembali yaitu hijrah, sehingga mereka dikatakan sebagai anak-anak Allah yang hidup. kalau sekarang mana ada anak-anak Allah, yang ada juga anak-anak yang sesat.

P. Baru: I Korintus: 15
15:42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
15:43 Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
15:44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
15:45 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
15:46 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
15:47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.

P. Baru: Yohanes: 3
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."
3:9 Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?"
3:10 Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?
3:11 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.
3:12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
3:13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

P. Baru: Roma: 8
8:10. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
8:12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.
8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.
8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

P. Baru: Roma: 1
1:1. Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.
1:2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci,
1:3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,
1:4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuan kita.

Perhatikan keterkaitan perkatan-perkataan diatas dengan ayat didalam al Quran yang disadur secara ringkas sedemikian indahnya, tentang kehidupan setelah kematian:

QS6/122. Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.

Mati diatas bukan secara fisik tapi mati aqidah dalam arti orang-orang yang tidak memahami firman-firman Allah itu adalah orang-orang mati yang kemudian dihidupkan yaitu diajarkan Firman-firman Allah yang ada dalam kitab-kitab. An nur = Al Qur’an.

Mudah-mudahan kita termasuk salah satu orang yang dihidupkan oleh Allah yaitu dengan firman-firmanNya sehingga kita bisa menjadi anak Allah (bible) atau hamba Allah (Al Qur’an). Bukan malah sebaliknya sebagai Anak iblis (ular beludak) atau anak thogut (pemimpin bejat).

Sumber Klik Disini
Artikel: Misteri/Sejarah Penyaliban Yesus Rating: 5.0 Reviewer: Dadan Mistick ItemReviewed: Misteri/Sejarah Penyaliban Yesus
Posted by: Bang Dadan
Coretan Bang Dadan, Updated at: 4:11 AM

No comments:

Post a Comment

 
HOME * * CONTACT * SITEMAP * PRIVASI * FORUM


Copyright © 2012. Dadan Natural - All Rights Reserved
COLOR CODE * PARSER * LINK EXCHANGE * Back to Top |

Design by Bang Dadan | Template by Maskolis
Proudly powered by Blogger